LAB 5.8 WDS STATIC, DYNAMIC DAN DYNAMIC MESH

 WDS Static, Dynamic dan Dynamic Mesh

WDS (Wireless Distribution System) itu metode buat nyambungin beberapa access point secara wireless (tanpa kabel LAN). Nah tipe-tipe WDS itu beda cara kerjanya:

1. WDS Static

  • Koneksi antar AP diatur manual.
  • Kita harus masukin MAC Address AP tujuan satu per satu.
  • Lebih stabil & aman karena cuma perangkat tertentu yang bisa connect.
  • Tapi agak ribet kalau banyak AP.
Intinya: manual, lebih aman, tapi kurang fleksibel.

2. WDS Dynamic

  • Koneksi antar AP dilakukan otomatis.
  • Tidak perlu setting MAC Address satu per satu.
  • AP bisa saling connect sendiri selama satu jaringan.

Intinya: otomatis, lebih praktis, tapi kontrolnya lebih sedikit.

3. WDS Dynamic Mesh

  • Versi lebih canggih dari dynamic.
  • AP bisa saling terhubung dan cari jalur terbaik (mesh network).
  • Kalau satu jalur putus, dia bisa cari jalur lain otomatis.
  • Cocok untuk area luas atau banyak AP.

Intinya: otomatis + pintar (self-healing & fleksibel).

Kesimpulan:

WDS Dynamic, WDS Static, dan Mesh adalah metode penghubung antar router wireless dengan perbedaan utama pada cara koneksi. Dynamic bersifat otomatis dan praktis, Static lebih aman namun manual, sedangkan Mesh paling fleksibel dan andal karena banyak jalur koneksi. Pemilihannya tergantung kebutuhan jaringan.

WDS STATIC

1. Login ke R1 melalui Winbox menggunakan MAC Address di bagian "Managed", masukkan username dan password (jika perlu), lalu klik Connect dan masuk ke menu Wireless.



2. Masuk ke Tools > RoMON, aktifkan (centang Enabled), isi Secret "12345", lalu klik Apply dan OK.



Aktifkan RoMON (centang Enabled), isi Secret "12345", lalu klik Apply dan OK.



3. Masuk ke System > Identity untuk mengubah nama MikroTik.



Ubah nama perangkat di Identity menjadi "AP-WDS", lalu klik Apply dan OK.



4. Hubungkan R1 dan R2 via kabel LAN di ether4, lalu cek di menu Interface bahwa ether4 berstatus R (Running).



5. Masuk ke menu Wireless, pada bagian WiFi Interfaces pilih wlan1. Karena statusnya masih Disable (tanda "X"), aktifkan dengan klik ikon centang hingga status berubah menjadi Enable dan aktif.



6. Buka menu Security Profiles, lalu klik tombol “+” untuk menambahkan keamanan jaringan WiFi. Pada menu Security Profiles, isi kolom Name dengan "pass-wds", ubah Mode menjadi Dynamic Keys, lalu centang WPA PSK dan WPA2 PSK pada Authentication Types. Isi WPA Pre-Shared Key dan WPA2 Pre-Shared Key dengan "wdskita65", kemudian klik Apply dan OK.




Buka menu WiFi Interfaces, lalu klik dua kali pada wlan1. Pada bagian Mode ubah menjadi "ap bridge", lalu SSID menjadi "Static-WDS-Kita", dan Radio Name menjadi "wds-master". Pada Security Profile, pilih "pass-wds". Setelah itu, klik Apply lalu OK untuk menyimpan pengaturan.



7. Buka menu Bridge untuk menambahkan bridge baru. Klik tanda (+), lalu pada bagian Name kalian isi dengan bridge-wds,  lalu klik Apply dan OK.



8. Masuk ke menu Ports, klik tanda (+) untuk menambahkan Bridge Port. Pada port pertama, pilih Interface "wlan1" dan pada bagian Bridge pilih "bridge-wds", lalu klik Apply dan OK.



Untuk port kedua, pada bagian Interface pilih "ether2" dan pada bagian Bridge pilih "bridge-wds", lalu klik Apply dan OK.



Pada menu Ports akan muncul port yang telah ditambahkan, menandakan bahwa konfigurasi berhasil.



9. Tambahkan IP Address pada router dengan membuka menu IP, lalu pilih Addresses.



Klik tanda (+) untuk menambahkan IP Address. Isi Address dengan "172.16.1.1/24", lalu pada bagian Interface pilih "bridge-wds", kemudian klik Apply dan OK.



10. Masuk ke menu IP, lalu pilih DHCP Server.



Lakukan konfigurasi DHCP Server dengan memilih menu DHCP Setup. Pada bagian DHCP Server Interface, pilih "bridge-wds", lalu tekan Next atau Enter hingga proses selesai.



11. Masuk ke menu Wireless, lalu klik dua kali pada wlan1 dan buka tab WDS. Pada bagian WDS Mode ubah menjadi "static" dan pada WDS Default Bridge pilih "bridge-wds", lalu klik Apply dan OK hingga status wlan1 berubah menjadi S (Static).



12. Pada R2, login ke Winbox menggunakan MAC Address.



13. Klik menu Tools, lalu pilih RoMON untuk menghubungkan dengan R1.



Pada RoMON Settings, centang Enabled untuk mengaktifkan, lalu masukkan Secrets "12345", kemudian klik Apply dan OK.



14. Klik menu System, lalu pilih Identity untuk memberikan identitas pada R2.



Ubah Identity menjadi "WDS-Slave1", lalu klik Apply dan OK.



15. Masuk ke menu Wireless, pada bagian WiFi Interfaces klik dua kali pada wlan1, lalu aktifkan dengan menekan tombol ceklis hingga statusnya menjadi Enable.



Tambahkan Security Profiles dengan klik tanda (+). Isi bagian Name dengan "pass-wds", pilih Mode: dynamic keys, lalu centang WPA PSK dan WPA2 PSK sebagai metode keamanan. Isi WPA Pre-Shared Key dan WPA2 Pre-Shared Key dengan password yang sama yaitu "wdskita65" agar semua perangkat dapat terhubung, kemudian klik Apply dan OK untuk menyimpan konfigurasi.



Masuk ke menu Wireless, pada bagian WiFi Interfaces klik dua kali pada wlan1, lalu ubah Mode menjadi "wds slave". Isi SSID dengan "Static-WDS-Kita" dan Radio Name dengan "wds-slave1" sebagai identitas perangkat. Pada bagian Security Profile, pilih "pass-wds" yang sudah dibuat sebelumnya agar koneksi aman. Biarkan pengaturan lainnya tetap default, kemudian klik Apply dan OK untuk menyimpan konfigurasi.



16. Klik menu Bridge, klik tanda (+) untuk menambahkan bridge, isi bagian Name dengan "bridge-wds", lalu klik Apply dan OK.



Tambahkan Ports dengan memilih Interface "wlan1" dan Bridge "bridge-wds", lalu klik Apply dan OK.



17. Masuk ke menu More, lalu pilih New Winbox untuk membuka jendela baru. Pada jendela tersebut, pilih Address yang tertera pada menu RoMON Neighbors, kemudian klik Connect To RoMON untuk menghubungkan R1 dan R2 tanpa menggunakan kabel.





18. Masuk ke menu Wireless pada R2, pada bagian WiFi Interfaces klik dua kali pada wlan1. Setelah masuk ke pengaturan wlan1, buka tab WDS, lalu ubah WDS Mode menjadi "static" dan pada bagian WDS Default Bridge pilih "bridge-wds". Jika sudah, klik Apply dan OK untuk menyimpan pengaturan.



19. Karena R2 sudah terhubung melalui RoMON sehingga dapat diakses menggunakan satu laptop, masuk ke menu Wireless pada R1 (AP-WDS). Pada bagian WiFi Interfaces klik dua kali pada wlan1, kemudian buka tab General dan salin MAC Address yang terdapat pada interface tersebut.



20. Kemudian pada R2 (WDS-Slave1), masuk ke menu Wireless, klik tanda “+”, lalu pilih opsi WDS untuk menambahkan interface WDS.



Setelah memilih WDS, akan masuk ke pengaturan New Interface. Buka tab WDS, lalu pada bagian WDS Address masukkan MAC Address yang telah disalin dari R1, kemudian klik Apply dan OK untuk menyimpan pengaturan.



21. Jika WDS sudah ditambahkan, klik dua kali pada wlan1 untuk masuk ke pengaturan interface tersebut.



Setelah masuk ke pengaturan interface wlan1, pilih tab General, lalu salin MAC Address yang terdapat pada interface tersebut.



22. Masuk ke menu Wireless pada R1, klik tanda “+”, lalu pilih opsi WDS untuk menambahkan interface WDS. Setelah memilih WDS, akan masuk ke pengaturan New Interface. Buka tab WDS, lalu pada bagian WDS Address masukkan MAC Address yang telah disalin dari R2, kemudian klik Apply dan OK untuk menyimpan pengaturan.



Setelah MAC Address pada R1 dan R2 diatur, pada menu WiFi Interfaces kedua perangkat akan terlihat wlan1 berstatus RS (Running Slave) dan wds1 berstatus RSA (Running Slave Active).




23. Masuk ke menu IP, lalu pilih DHCP Client pada R2.



Klik tanda “+” untuk menambahkan DHCP Client, lalu pada bagian Interface pilih "bridge-wds", kemudian klik Apply dan OK untuk menyimpan pengaturan.



Pada R1, masuk ke menu IP lalu pilih DHCP Server, kemudian buka menu Leases. Di sini terlihat perangkat yang sudah terhubung, sehingga pada DHCP Client di R2 statusnya yang awalnya searching akan berubah menjadi bound.






WDS DYNAMIC

1. Lakukan konfigurasi WDS Dynamic. Sebelum itu, hapus terlebih dahulu konfigurasi WDS Static pada masing-masing perangkat beserta DHCP Lease Server. Setelah itu, aktifkan kembali wlan1 pada R1.


Selanjutnya, klik dua kali pada wlan1, lalu ubah Mode menjadi "ap bridge", isi SSID dengan "Dynamic-WDS", dan Radio Name dengan "wdsmaster". Setelah itu, klik Apply dan OK untuk menyimpan pengaturan.


2. Selanjutnya, pada router R1 masuk ke menu Bridge, lalu klik tombol “+” untuk menambahkan bridge baru. Isi bagian Name dengan "bridge-wds-dynamic", kemudian klik Apply dan OK sehingga bridge berhasil ditambahkan ke daftar interface.


Selanjutnya, tambahkan Ports dengan memilih Interface "wlan1" dan Bridge "bridge-wds-dynamic", lalu klik Apply dan OK.


3. Selanjutnya, tambahkan IP Address pada router dengan membuka menu IP, lalu pilih Addresses. Klik tanda (+) untuk menambahkan IP Address. Isi Address dengan "192.168.1.1/24", lalu pada bagian Interface pilih "bridge-wds-dynamic", kemudian klik Apply dan OK.


4. Selanjutnya, masuk ke menu Wireless pada R1, lalu klik dua kali pada wlan1. Buka tab WDS, ubah WDS Mode menjadi "dynamic" dan pada bagian WDS Default Bridge pilih "bridge-wds-dynamic", lalu klik Apply dan OK.


5. Selanjutnya, berpindah ke router R2. Masuk ke menu Wireless, pilih interface wlan1, lalu klik tanda centang (Enable) agar statusnya menjadi aktif.


Selanjutnya, klik dua kali pada wlan1, lalu ubah Mode menjadi "ap bridge", isi SSID dengan "Dynamic-WDS", dan Radio Name dengan "wds-slave" sebagai identitas perangkat. Setelah selesai, klik Apply dan OK.


6. Selanjutnya, pada router R2 masuk ke menu Bridge, lalu klik tombol “+” untuk menambahkan bridge baru. Isi bagian Name dengan "bridge-wds-dynamic", kemudian klik Apply dan OK sehingga bridge berhasil ditambahkan ke daftar interface.


Tambahkan Ports dengan memilih Interface "wlan1" dan Bridge "bridge-wds-dynamic", lalu klik Apply dan OK.


7. Selanjutnya, masuk ke menu Wireless pada R2, lalu klik dua kali pada wlan1. Buka tab WDS, ubah WDS Mode menjadi "dynamic" dan pada bagian WDS Default Bridge pilih "bridge-wds-dynamic", lalu klik Apply dan OK.


8. Jika mode WDS pada R1 dan R2 sudah diubah menjadi dynamic, maka pada daftar WiFi Interfaces akan terlihat wlan1 berstatus RS (Running Slave) dan wds1 berstatus DRSA (Dynamic Running Slave Active).



9. Selanjutnya, pada R2 masuk ke menu IP, lalu pilih DHCP Client. Klik tanda “+” untuk menambahkan DHCP Client, lalu pada bagian Interface pilih "bridge-wds-dynamic", kemudian klik Apply dan OK untuk menyimpan pengaturan.



10. Kemudian karena DHCP pada R2 masih berstatus searching, pada R1 lakukan DHCP Setup dengan masuk ke menu IP lalu pilih DHCP Server.


Lakukan konfigurasi DHCP Server dengan memilih menu DHCP Setup. Pada bagian DHCP Server Interface, pilih "bridge-wds-dynamic", lalu tekan Next atau Enter hingga proses selesai.


Jika proses DHCP Setup di R1 berhasil dan server DHCP sudah terdaftar, maka pada router R2 alamat IP yang diberikan DHCP statusnya akan berubah menjadi "bound".



WDS MESH

1. Selanjutnya, lakukan konfigurasi WDS Mesh. Sebelum itu, hapus terlebih dahulu konfigurasi WDS Dynamic pada masing-masing perangkat beserta DHCP Lease Server. Setelah itu, aktifkan kembali wlan1 yang terdapat pada R1.


Lakukan pengaturan pada wlan1 dengan klik dua kali pada wlan1, lalu ubah Mode menjadi "ap bridge", isi SSID dengan "Mesh-WDS", dan Radio Name dengan "mesh-master". Setelah itu, klik Apply dan OK untuk menyimpan pengaturan.


2. Pada R1, masuk ke menu Mesh, lalu klik tanda “+” untuk menambahkan interface baru. Pada pengaturan New Interface, isi bagian Name dengan "mesh-ap", kemudian buka tab HWMP.


Setelah masuk ke tab HWMP, centang bagian Mesh Portal, lalu klik Apply dan OK untuk menyimpan konfigurasi.

3. Selanjutnya, masuk ke menu Wireless pada R1, lalu klik dua kali pada wlan1. Buka tab WDS, ubah WDS Mode menjadi "dynamic mesh" dan pada bagian WDS Default Bridge pilih "mesh-ap", lalu klik Apply dan OK.


4. Tambahkan IP Address pada R1 dengan membuka menu IP, lalu pilih Addresses. Klik tanda (+) untuk menambahkan IP Address. Isi Address dengan "10.10.10.1/24", lalu pada bagian Interface pilih "mesh-ap", kemudian klik Apply dan OK.


5. Selanjutnya, masuk ke menu IP lalu pilih DHCP Server. Lakukan konfigurasi DHCP Server dengan memilih menu DHCP Setup. Pada bagian DHCP Server Interface, pilih "mesh-ap", lalu tekan Next atau Enter hingga proses selesai.


6. Selanjutnya, aktifkan kembali wlan1 yang terdapat pada R2.


Kita akan mengatur wlan1 dengan cara double klik wlan1. Pada bagian Mode, ubah menjadi ap bridge. Lalu isi SSID dengan Mesh-WDS dan Radio Name dengan mesh-slave. Setelah itu klik Apply lalu OK untuk menyimpan pengaturan.


7. Pada R2 kita akan menambahkan Mesh dengan cara masuk ke menu Mesh, lalu klik tanda “+” untuk menambahkan interface baru. Pada pengaturan New Interface, bagian Name diisi mesh-slave. Jika sudah, klik Apply lalu OK.


8. Kita akan mengubah mode WDS di R2 pada wlan1 dengan cara masuk ke menu Wireless, lalu double klik wlan1. Setelah masuk ke pengaturan interface wlan1, pilih menu WDS. Pada bagian WDS Mode, ubah menjadi dynamic mesh, lalu pada bagian WDS Default Bridge ubah menjadi mesh-slave sesuai bridge yang sudah ditambahkan. Setelah itu klik Apply lalu OK.


9. Jika sudah, pada bagian Ports di menu Mesh pada R1 dan R2 akan berubah menjadi Dynamic atau ditandai status D, yang berarti port tersebut ditambahkan otomatis oleh sistem.



Pada R2 kita akan menambahkan Ports pada Mesh dengan cara masuk ke menu Mesh, lalu pilih tab Ports dan klik tanda “+”. Pada bagian Interface, ubah menjadi wlan1 dan pada bagian Mesh ubah menjadi mesh-slave. Jika sudah, klik Apply lalu OK untuk menyimpan pengaturan.


Karena status wlan1 di R1 masih R, maka kita harus menambahkan Ports wlan1. Caranya masuk ke menu Mesh, lalu pilih tab Ports dan klik tanda “+”. Pada bagian Interface, ubah menjadi wlan1 dan pada bagian Mesh ubah menjadi mesh-ap. Jika sudah, klik Apply lalu OK untuk menyimpan pengaturan.


Di sini kita bisa melihat bahwa status wlan1 pada R1 dan R2 sudah menjadi RS (Running Slave), yang artinya interface tersebut aktif dan menjadi bagian dari interface lain. Hal ini menandakan konfigurasi berhasil karena Ports wlan1 pada R1 dan R2 sudah ditambahkan.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAB 1.1 CARA INSTALASI MIKROTIK DI PNETLAB

LAB 1.9 BACKUP DAN RESTORE

CARA MENGINSTAL MIKROTIK DI VIRTUALBOX