POINT TO POINT DAN BRIDGE
Point to Point dan Bridge
Point-to-Point Bridge adalah gabungan konsep point-to-point dan bridge, yaitu metode untuk menghubungkan dua jaringan (LAN) yang berbeda secara langsung menggunakan koneksi khusus, sering kali lewat wireless (tanpa kabel).
Cara Kerja:
-Ada dua perangkat bridge.
-Kedua perangkat saling terhubung langsung (PtP).
-Data dari jaringan A dikirim ke jaringan B seolah-olah masih satu jaringan.
1. Langkah pertama, kalian masuk ke dalam Winbox terlebih dahulu. Klik ip Mac Address kalian lalu koneksikan.
2. Setelah itu masuk ke menu Wireless, lakukan double klik pada bagian wlan1 untuk masuk ke menu interface wlan1 yang berfungsi untuk melakukan konfigurasi pada wlan1 tersebut. Jika sudah masuk ke menu interlace wlan1, kemudian pilih tab Wireless Pada bagian Mode, ubah menjadi bridge. Lalu pada bagian Band ubah menjadi 2GHz-B/G/N. Pada bagian Frequency, ubah menjadi 2412. Selanjutnya, pada bagian SSID dan Radio Name, ubah sesuai dengan kelompok kalian, misalnya "Kelompok 16-38" Pada bagian Security Profile, ubah menjadi default, dan pada bagian Country, ubah menjadi indonesia4, lalu klik Apply lalu OK.
3. Selanjutnya buka menu Bridge untuk menambahkan bridge baru, caranya klik "+" , pada bagian Name isi dengan bridge1, lalu klik Apply dan OK.
Jika pada menu Bridge sudah ada bridge yang tadi ditambahkan dan statusnya R (Running), berarti konfigurasi bridge sudah berhasil.
4. Kemudian tambahkan 2 Bridge Port. Caranya klik menu Ports, klik tanda "+". Pada port pertama, dibagian Interface pilih ether1 dan pada bagian Bridge pilih bridge1, lalu Apply dan OK. Pada port kedua, bagian Interface pilih wlan1 dan bagian Bridge pilih Bridge1, lalu Apply dan OK. Jika sudah, pada menu ports akan muncul port yang tadi ditambahin, berarti konfigurasi sudah berhasil.
5. Selanjutnya, kita akan menambahkan IP Address untuk router. Caranya, buka menu IP, lalu pilih Addresses, kemudian untuk menambahkan IP Address nya kalian klik tanda (+). Pada bagian Address, isi sesuai hasil penjumlahan nomor absen kelompok kalian, misalnya 16 + 38 = 54, maka IP yang dimasukkan adalah "54.54.54.2/24". Selanjutnya, pada bagian Interface ubah menjadi bridge1. Jika sudah, klik Apply dan OK.
Pada bagian ini kita bisa lihat bahwa telah berhasil membuat IP nya, yaitu bridge1. Dengan sudah terdaftar artinya proses penambahan IP telah berhasil dilakukan.
6. Selanjutnya, kita akan menambahkan IP Address untuk laptop. Caranya, buka Control Panel, lalu masuk ke bagian Network and Sharing Center. Selanjutnya kalian klik kanan pada Ethernet yang sedang kalian gunakan dan pilih yang Properties, setelah kalian masuk ke menu Properties, cari dan pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4). Setelah itu, klik tombol Properties di bagian bawah untuk membuka pengaturan alamat IP, subnet mask, gateway, dan DNS yang akan kalian atur secara manual.
Setelah kalian masuk ke menu Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4), kalian ubah pengaturannya menjadi Use the following IP address dan Use the following DNS server addresses agar dapat menambahkan IP Address secara manual. Pada bagian IP address, kalian isi sesuai hasil penjumlahan nomor absen kelompok kalian. Contohnya, jika 16 + 38 = 54, maka IP yang dimasukkan adalah "54.54.54.1/24". Selanjutnya, pada bagian Subnet mask kalian isi dengan "255.255.255.0". Setelah seluruh data terisi dengan benar, klik OK untuk menyimpan pengaturan.
7. Jika sudah, buka kembali Winbox dan masuk ke menu Wireless. Setelah itu, kalian pilih tab Registration. Pada bagian Registration, kita bisa lihat bahwa Router 2 sudah berhasil terhubung ke SSID milik kita.
Pada tampilan Wireless Tables, terlihat bahwa interface wlan1 sedang aktif yang ditandai dengan huruf RS atau Running Slave.
8. Kemudian, kita mengecek apakah R1 sudah terhubung dengan R2 dengan membuka New Terminal, lalu mengetik perintah "ping 54.54.54.3" dan menunggu hingga muncul hasil Reply sebagai tanda bahwa koneksi berhasil.
R2 atau Penerima
1. Langkah pertama adalah membuka menu Wireless, kemudian masuk ke bagian WiFi Interfaces. Pada tahap ini, aktifkan interface wlan1 dengan mengklik ikon centang untuk mengenable wlan1 hingga statusnya berubah menjadi aktif dan siap digunakan untuk konfigurasi berikutnya.
2. Selanjutnya buka pengaturan wlan1 dengan cara double-click pada interface tersebut. Pada tab Wireless, ubah Mode menjadi station bridge, atur Band ke 2GHz-B/G/N, dan sesuaikan Frequency menjadi 2412 MHz. Selanjutnya, isi SSID dengan Kelompok 16-38 dan samakan Radio Name dengan SSID. Pada pengaturan lainnya dapat dibiarkan default. Jika sudah selesai, klik Apply dan OK untuk menyimpan konfigurasi.
3. Setelah itu, kita akan menambahkan bridge pada router MikroTik dengan cara masuk ke menu Bridge, kemudian klik tombol (+) untuk membuat interface baru. Pada kolom Name, isi dengan bridge1, sementara pengaturan lainnya tetap default. Jika sudah, klik Apply untuk menerapkan konfigurasi dan OK.
Selanjutnya, kita menambahkan Ports dengan mengklik tombol (+) untuk menambah port baru. Pada bagian Interface, pilih ether1, dan pada bagian Bridge pilih bridge1. Setelah itu, klik Apply untuk menerapkan konfigurasi dan OK.
Setelah itu, kita menambahkan port yang kedua dengan mengklik tombol (+) untuk membuat port baru. Pada bagian Interface, pilih wlan1, dan pada bagian Bridge pilih bridge1. Setelah selesai, klik Apply untuk menerapkan konfigurasi dan OK.
4. Setelah itu, kita melakukan proses pencarian jaringan (scanning) pada interface wlan1 yang telah dikonfigurasi sebagai station bridge dengan mengklik tombol Scan untuk menampilkan daftar jaringan WiFi yang tersedia di sekitar. Lalu, disini kalian klik Start. Setelah itu, kalian cari SSID yang sesuai yaitu, Kelompok29-36, lalu klik Apply dan OK.
5. Selanjutnya, kita akan menambahkan IP Address untuk router. Kemudian untuk menambahkan IP Address nya kalian klik tanda (+). Pada bagian Address, isi sesuai hasil penjumlahan nomor absen kelompok kalian, misalnya 16 + 38 = 54, maka IP yang dimasukkan adalah "54.54.54.3/24". Selanjutnya, pada bagian Interface ubah menjadi bridge1. Jika sudah, klik Apply dan OK.
6. Selanjutnya, lakukan penambahan IP Address pada laptop. Buka Control Panel, lalu masuk ke Network and Sharing Center. Setelah itu, klik kanan pada koneksi Ethernet yang sedang digunakan dan pilih Properties untuk melanjutkan proses pengaturan IP. Setelah masuk ke menu Properties, pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4). Kemudian klik tombol Properties di bagian bawah untuk membuka pengaturan IP Address, Subnet Mask, Gateway, dan DNS yang akan diisi secara manual sesuai kebutuhan jaringan. Setelah masuk ke menu Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4), ubah pengaturannya menjadi Use the following IP address dan Use the following DNS server addresses agar IP dapat dikonfigurasi secara manual. Pada bagian IP Address, isi sesuai hasil penjumlahan nomor absen kelompok, misalnya 16 + 38, sehingga IP yang digunakan menjadi "54.54.54.4". Untuk Subnet Mask, isi dengan "255.255.255.0". Setelah semua data terisi dengan benar, klik OK untuk menyimpan pengaturan.
7. Kemudian, kita mengecek apakah R2 sudah terhubung dengan R1 dengan membuka New Terminal, lalu mengetik perintah ping 54.54.54.2 dan menunggu hingga muncul hasil Reply sebagai tanda bahwa koneksi berhasil.
Pengecekan
1. Setelah itu, kita juga mengecek apakah laptop pemancar dan laptop penerima sudah saling terhubung. Caranya, pada Command Prompt laptop pemancar ketik ping 54.54.54.4, dan pada Command Prompt laptop penerima ketik ping 54.54.54.1. Tunggu hingga keduanya menampilkan hasil Reply, yang menandakan bahwa komunikasi antara laptop pemancar dan laptop penerima sudah berjalan dengan baik.
Laptop Pemancar ke Penerima
Laptop Penerima ke Pemancar
2. Pada Laptop Pemancar kita akan mengecek kekuatan sinyal dengan kembali ke menu Wireless, kemudian membuka bagian Registration untuk melihat perangkat yang sedang terhubung. Selanjutnya, double-click pada Radio Name yang muncul pada daftar tersebut untuk membuka detail koneksi. Setelah jendelanya terbuka, pilih tab Signal untuk melihat informasi lengkap mengenai kekuatan sinyal, seperti nilai RSSI, kualitas sinyal, serta stabilitas koneksi yang diterima oleh router.
3. Di bagian ini, kita hanya perlu mengecek apakah nama SSID dan Radio Name sudah sama, karena kesamaan nama tersebut memastikan bahwa interface wireless yang kita gunakan benar dan sesuai dengan konfigurasi jaringan yang telah dibuat.
Sekian langkah-langkah dari saya mengenai POINT TO POINT DAN BRIDGE , semoga dapat membantu teman-teman semua, maaf bila masih ada kesalahan dalam penulisannya atau kurang jelas langkah-langkahnya, terimakasih.
SEMOGA BERMANFAAT
Komentar
Posting Komentar