DHCP CLIENT & BRIDGE
Dhcp Client & Bridge
Hallo teman-teman, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tutorial mengenai mengenai Dhcp Client & Bridge disimak dengan baikk ya teman-teman!
Pengertian: Konsep DHCP Client adalah fitur pada perangkat jaringan yang berfungsi untuk menerima alamat IP secara otomatis dari DHCP Server, sehingga perangkat tidak perlu dikonfigurasi IP secara manual.
DHCP CLIENT
1. Langkah pertama kalian ketik perintah system identity set name=R2-kel1718 untuk mengubah identitas router mikrotiknya. Selanjutnya, ketik perintah ip dhcp-server add interface=wlan1 disable=no untuk menambahkan sekaligus mengaktifkan DHCP Server pada interface wlan1. Selanjutnya ketik ip dhcp-server print untuk memastikan DHCP Server sudah berjalan dan statusnya bound. Jika sudah, lakukan pengujian koneksi dengan mengetik ping 8.8.8.8 dan ping google.com untuk memastikan router sudah terhubung ke internet.
2. Kemudian, kita akan menambahkan IP address sesuai dengan nomor absen kelompok masing-masing. Caranya, kalian ketik perintah berikut untuk memberikan alamat IP pada setiap interface yang digunakan:
ip address add address=5.5.5.1/24 interface=ether1
• ip address add address=26.26.26.1/24 interface=ether2
• ip address add address=27.27.27.1/24 interface=ether3
• ip address add address=38.38.38.1/24 interface=ether4
• ip address add address=35.35.35.1/24 interface=ether5
Kemudian, untuk interface ether5 kita menggunakan hasil penjumlahan nomor kelompok yang saling terhubung. Sebagai contoh, karena saya dari Kelompok 17 bekerja sama dengan Kelompok 18, maka 17 + 18 = 35. Jadi IP address untuk ether5 adalah 35.35.35.1/24.
Perintah tersebut digunakan untuk menetapkan IP address secara manual pada masing-masing interface agar setiap port berada pada jaringan yang berbeda sesuai kebutuhan konfigurasi. Lalu ketik perintah "ip address print" atau bisa disingkat ip address pr untuk melihat daftar IP address yang sudah ditambahkan dan memastikan bahwa konfigurasi pada setiap interface sudah berhasil.
3. Selanjutnya, kita akan melakukan konfigurasi DHCP menggunakan perintah ip dhcp-server setup pada masing-masing interface.
3.1 Konfigurasi DHCP pada ether1
Pada ether1, ketik perintah ip dhcp-server setup, kemudian pada bagian DHCP Server Interface pilih atau isi dengan ether1. Lalu, kita bisa enter saja pada bagian lainnya.
Pada ether2, ketik perintah ip dhcp-server setup, kemudian pada bagian DHCP Server Interface pilih atau isi dengan ether1. Lalu, kita bisa enter saja pada bagian lainnya.
Pada ether3, ketik perintah ip dhcp-server setup, kemudian pada bagian DHCP Server Interface pilih atau isi dengan ether1. Lalu, kita bisa enter saja pada bagian lainnya.
Pada ether4, ketik perintah ip dhcp-server setup, kemudian pada bagian DHCP Server Interface pilih atau isi dengan ether1. Lalu, kita bisa enter saja pada bagian lainnya.
Pada ether5, ketik perintah ip dhcp-server setup, kemudian pada bagian DHCP Server Interface pilih atau isi dengan ether1. Lalu, kita bisa enter saja pada bagian lainnya.
Nah di sini dapat kita lihat bahwa interface ether2 sampai ether4 memiliki status I (Invalid), yang berarti interface tersebut belum terhubung dengan perangkat. Sedangkan ether1 dan ether5 tidak memiliki status I (Invalid) karena sudah terhubung dengan perangkat.
Apabila kabel LAN dicolokkan ke port yang berstatus (I) Invalid, maka tanda tersebut akan hilang setelah koneksi terdeteksi. Ini menunjukkan bahwa interface sudah aktif dan siap digunakan.
4. Setelah itu, kita ketik perintah ip dhcp-server lease pr pada terminal untuk melihat daftar perangkat (client) yang sudah mendapatkan alamat IP dari DHCP Server, pastikan pada kolom STATUS muncul keterangan bound. Status bound pada IP 5.5.5.254 menandakan client berhasil terhubung ke DHCP Server.
5. Kemudian, cek di CMD apakah sudah terhubung dengan benar. Jika kabel LAN dicolok ke ether1, maka IP yang muncul akan satu jaringan dengan IP yang dikonfigurasi di ether1.
Ether1
Selanjutnya, cek di CMD apakah sudah terhubung dengan benar. Jika kabel LAN dicolok ke ether3, maka IP yang muncul akan satu jaringan dengan IP yang dikonfigurasi di ether3.
Selanjutnya, cek di CMD apakah sudah terhubung dengan benar. Jika kabel LAN dicolok ke ether4, maka IP yang muncul akan satu jaringan dengan IP yang dikonfigurasi di ether4.
• Ether5 tidak dicek dengan ipconfig karena port tersebut terhubung ke Router 2. Router 2 akan digunakan sebagai bridge.
2. Jika sudah, kalian masuk ke Bridge, klik tanda (+), lalu ubah Name sesuai keinginan, misalnya KOCAK1, dan pilih Type menjadi bridge. Setelah itu klik Apply lalu OK.
• Lalu kalian pindah ke Ports, masukkan Interface ether1 dan Bridge KOCAK1 yang tadi dibuat, kemudian klik Apply lalu OK.
3. Lakukan lagi seperti tadi klik tanda (+) pada bridge lalu ubah Name sesuai keinginan, misalnya KOCAK2, dan pilih Type menjadi bridge. Setelah itu klik Apply lalu OK.
• Lalu kalian pindah ke Port, masukkan Interface ether3 dan Bridge KOCAK2 yang tadi dibuat, kemudian klik Apply lalu OK.
• Lalu kalian pindah ke Port, masukkan Interface ether4 dan Bridge KOCAK2 yang tadi dibuat, kemudian klik Apply lalu OK.
7. Terakhir kita akan coba ping 8.8.8.8 untuk menguji koneksinya, jika hasilnya sudah replay maka tandanya berhasil.
Sekian langkah-langkah dari saya mengenai Dhcp Client & Bridge , semoga dapat membantu teman-teman semua, maaf bila masih ada kesalahan dalam penulisannya atau kurang jelas langkah-langkahnya, terimakasih.
Komentar
Posting Komentar