LAB 4.1 STATIC ROUTE 2 ROUTER

 Lab 4.1 Static Route 2 Router

Hallo teman-teman, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tutorial mengenai Lab 4.1 Static Route 2 Router, disimak dengan baikk ya teman-teman!

1. Langkah pertama kita akan tambahkan router mikrotik terlebih dahulu dengan cara klik kanan → pilih Node, kemudian pilih Mikrotik RouterOS, lalu ubah name menjadi R1-Nama, lalu ubah number menjadi 2, lalu ubah secondary console menjadi winbox, ubah ram menjadi 64, ubah Ethernet menjadi 5, hapus qemu options, lalu kalian klik save. Kemudian ubah satu router nya menjadi R2-Nama.



2. Kemudian pada bagian Number of nodes to add di isi menjadi 2 agar bisa menambahkan 2 PC sekaligus, lalu pada bagian Name ubah menjadi PC, tapi di sini tidak saya ubah, jika sudah lalu kalian save.


3. Selanjutnya hubungkan Router pada semua PC.


4. Sambungkan seperti gambar berikut dan beri label ip sesuai nomer absen kalian.


5. Langkah selanjutnya ubah identitas Mikrotik menjadi nama kalian dengan perintah " system identity set name=R1-Kia" . Tambahkan alamat IP pada interface ether1 dengan mengetik perintah "ip address add address=39.39.39.1/24 interface=ether1" lalu tekan Enter. Selanjutnya, tambahkan alamat IP pada interface ether2 dengan mengetik perintah "ip address add address=38.38.38.1/24 interface=ether2" lalu tekan Enter. Terakhir, periksa konfigurasi IP dengan mengetik perintah "ip address pr" lalu tekan Enter untuk memastikan bahwa alamat IP sudah berhasil dipasang pada masing-masing interface.




6. Setelah itu, uji koneksi dengan mengetik perintah "ping 38.38.38.2".


7.  Selanjutnya, buka terminal PC1, lalu ketik perintah "ping 38.38.38.1" dan tekan Enter untuk memastikan koneksi ke router R1 sudah terhubung. 


8. Langkah selanjutnya klik icon R2 sampai muncul terminal, ubah identitas Mikrotik menjadi nama kalian dengan perintah " system identity set name=R2-Kia" . Tambahkan alamat IP pada interface ether1 dengan mengetik perintah "ip address add address=39.39.39.2/24 interface=ether1" lalu tekan Enter. Selanjutnya, tambahkan alamat IP pada interface ether2 dengan mengetik perintah "ip address add address=40.40.40.1/24 interface=ether2" lalu tekan Enter. Terakhir, periksa konfigurasi IP dengan mengetik perintah "ip address pr" lalu tekan Enter untuk memastikan bahwa alamat IP sudah berhasil dipasang pada masing-masing interface.




9. Coba lakukan ping ke "ping 40.40.40.1" dan "ping 39.39.39.2" hasilnya berhasil karena masih berada dalam satu jaringan. Namun saat mencoba ping ke "ping 39.39.39.1", hasilnya gagal karena alamat tersebut berada di network yang berbeda dan belum dikonfigurasi routing antarjaringan.




10. Masuk kembali ke terminal R2, lalu tambahkan routing agar router R2 dapat mengenali jaringan milik R1 dengan mengetik perintah "ip route add dst-address=38.38.38.0/24 gateway=39.39.39.1" kemudian tekan Enter. Selanjutnya, periksa hasil konfigurasi routing dengan mengetik perintah "ip route pr" lalu tekan Enter. Pastikan statusnya active static, yang menandakan bahwa rute sudah aktif dan berfungsi dengan baik untuk menghubungkan jaringan antara R1 dan R2.


11. Masuk kembali ke terminal R1, lalu tambahkan routing agar R1 dapat mengenali jaringan milik R2 dengan mengetik perintah "ip route add dst-address=40.40.40.0/24 gateway=39.39.39.2" kemudian tekan Enter.Selanjutnya, periksa hasil konfigurasi routing dengan mengetik perintah "ip route pr" lalu tekan Enter. Pastikan statusnya muncul sebagai active static, yang menandakan bahwa rute sudah aktif dan berfungsi dengan baik.


12. Setelah itu, buka terminal PC1, lalu ketik perintah "ping 39.39.39.2" — hasilnya berhasil, menandakan bahwa koneksi antar-router sudah aktif. Kemudian ketik perintah "ping 40.40.40.2", dan hasilnya juga berhasil, yang menunjukkan bahwa PC1 sudah dapat berkomunikasi dengan PC2 melalui jaringan antar-router.





13. Masuk ke terminal PC2, lalu ketik perintah "ping 39.39.39.1" dan tekan Enter, hasilnya berhasil (reply) menandakan koneksi ke router R1 sudah aktif. Selanjutnya, ketik perintah "ping 38.38.38.2" lalu tekan Enter, dan hasilnya juga berhasil (reply), menunjukkan bahwa PC2 sudah dapat berkomunikasi dengan PC1 melalui jaringan antar-router.




Sekian tutorial dari saya mengenai Lab 4.1 Static Route 2 Router, semoga dapat membantu 

teman-teman semua, maaf bila masih ada kesalahan dalam penulisannya atau kurang jelas 

langkah-langkahnya, terimakasih.

SEMOGA BERMANFAAT YA TEMAN-TEMAN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAB 1.1 CARA INSTALASI MIKROTIK DI PNETLAB

LAB 1.9 BACKUP DAN RESTORE

CARA MENGINSTAL MIKROTIK DI VIRTUALBOX